Idealnya manusia itu cerdik dan baik karena ia memang makhluk berakal dan berhati. Tapi idealitas itu memang ranahnya angan-angan. Sering meleset di ranah manisfestasi.
Realitas ini bukan untuk dikutuk. Justru harus disyukuri. Demi agar terjadi silaturahmi. Akurnya sarjana dan sujana adalah isyarat indah untuk kehidupan yang mendambakan tenteram-damai. Tengkarnya sarjana-sujana tentu tengara datangnya marabahaya.
Sekarang kita semua menjadi tahu, musibah yang mendera tanpa jeda ini ternyata bukan hanya disebabkan oleh berselisihnya sarjana-sujana, tapi juga oleh karena semakin langkanya sarjana-sujana. Tidakkah banyak orang cerdik yang gagal bersikap cerdik? Tidakkah banyak orang baik yang gagal berbuat baik?
Gito Sosrosasmito
Koneksi internet Anda sedang bermasalah, mohon coba gunakan jaringan lain.Tutup